Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi. Show all posts

Tuesday, 31 March 2015

KESEHATAN MENTAL DALAM ISLAM


Dalam tulisannya, ‘Pengantar dalam Kesehatan Jiwa’ (1982), Saparinah Sadli, guru besar Fakultas Psikologi UI mengemukakan tiga orientasi yang dapat dijadikan ukuran kesehatan jiwa, yakni: 1) Orientasi Klasik: Seseorang dianggap sehat bila ia tak mempunyai keluhan tertentu, seperti: ketegangan, rasa lelah, cemas, rendah diri atau perasaan tidak berguna, yang semuanya menimbulkan perasaan ‘sakit’ atau ‘rasa tidak sehat’ serta mengganggu efisiensi kegiatan sehari-hari. Orientasi ini banyak dianut di dunia kedokteran; 2) Orientasi Penyesuaian Diri: Seseorang dianggap sehat secara psikologis bila ia mampu mengembangkan dirinya sesuai dengan tuntunan orang-orang lain serta lingkungan sekitarnya;  3) Orientasi Pengembangan Potensi: Seseorang dianggap mencapai taraf kesehatan jiwa, bila ia mendapat kesempatan untuk mengembangkan potensialitasnya menuju kedewasaan sehingga ia bisa dihargai oleh orang lain dan dirinya sendiri.

Terdapat empat rumusan kesehatan jiwa yang lazim dianut para ahli: 1)Kesehatan mental adalah terhindarnya orang dari gejala gangguan jiwa (neurose) dan dari gejala-gejala penyakit jiwa (psichose); 2)Kesehatan mental adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan dirinya sendiri, dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan tenpat ia hidup; 3)Kesehatan mental adalah terwujudnya keharmonisan yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi jiwa, serta mempunyai kesanggupan untuk menghadapi problema-problema yang biasa terjadi, serta terhindar dari kegelisahan dan pertentangan batin (konflik); 4)Kesehatan adalah pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi, bakat dan pembawaan yang ada semaksimal mungkin, sehingga membawa kebahagiaan diri dan orang lain, serta terhindar dari gangguan dan penyakit jiwa; 5)Kesehatan mental adalah terwujudnya keserasian yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi kejiwaan dan terciptanya penyesuaian diri antara manusia dengan dirinya dan lingkungannya, berlandaskan keimanan dan ketakwaan, serta bertujuan untuk mencapai hidup yang bermakna dan bahagia di dunia dan bahagia di akhirat.

Selengkapnya dengan pembahasan makalah ini bisa kawan DOWNLOAD disini

PERKEMBANGAN ANAK


Perkembangan anak adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari pematangan. Di sini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem yang berkembang sedemikian rupa perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya.

Biasanya perkembangan anak diikuti pertumbuhan sehingga lebih optimal dan tergantung pada potensi biologik seseorang. Potensi tersebut merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling berkaitan, yaitu factor genetik, lingkungan bio – fisiko – psiko – social dan perilaku. Proses yang unik dan hasil akhir yang berbeda-beda yang memberikan ciri tersendiri pada setiap anak.

Selengkapnya mengenai pembahasan makalah ini bisa kawan DOWNLOAD disini
Semoga bermanfaat..........

PENDIDIKAN REMAJA DARI SUDUT PANDANG PSIKOLOGI ISLAMI

        
         Bila kita berbicara tentang pendidikan remaja menurut sudut pandang Psikologi Islam, kita harus bertanya terlebih dahulu seperti apa seharusnya Psikologi Islam memandang remaja dan manusia secara umum? Apakah Psikologi Islam seharusnya melihat manusia lebih sebagai suatu produk kebudayaan yang tunduk sepenuhnya pada perubahan-perubahan sosial? Atau ia seharusnya lebih melihat manusia dari aspek fitrah insaniah yang dengannya ia diciptakan? Apakah fase-fase perkembangan manusia, termasuk fase remaja, harus sepenuhnya tunduk pada kehendak kultural masyarakat yang selalu berubah dari waktu ke waktu? Ataukah ia seharusnya lebih memperhatikan hal-hal yang bersifat natural dalam tahap-tahap pertumbuhannya?
     
     Adalah benar jika dikatakan bahwa manusia merupakan makhluk budaya dan tak mungkin dipisahkan dari perkembangan budayanya. Kendati demikian, manusia juga memiliki sifat-sifat natural (fitrah) yang tak boleh diabaikan, demi terjaganya kesehatan psikologis manusia itu sendiri. Psikologi Islam berkepentingan untuk mempelajari hal-hal yang fitrah ini untuk kemudian mengawalnya dalam fase-fase pertumbuhan manusia.
      
     Al-Qur’an mengingatkan, “… (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”Perubahan yang serius pada fitrah manusia tentu akan menimbulkan problem-problem serius juga di tingkat psikologis dan sosial. Tulisan berikut ini akan berusaha untuk membedah persoalan dan pendidikan remaja dari sudut pandang ini.

Selengkapnya bisa kawan DOWNLOAD disini

KONFLIK KELOMPOK BERHUBUNGAN DENGAN AGAMA


Konflik adalah suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan cirri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. Perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut cirri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakianan atau agama dan sebagainya. Dari ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik adalah situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.


Jenis-jenis konflik, menurut Dahrendrof konflik dibedakan menjadi 4 macam : (1) Konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran/role), (2) Konflik antara kelompok-kelompok sosial (antara keluarga, antar geng), (3) Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan masa), (4) Konflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara) konflik atau tidak antar agama, konflik antar politik.

Selengkapnya mengenai pembahasan makalah ini bisa kawan DOWNLOAD disini

BUDAYA MENYONTEK DI KALANGAN PELAJAR


Kata menyontek mungkin sudah tidak asing lagi bagi pelajar dan mahasiswa. Setiap orang pasti ingin mendapat nilai yang baik dalam ujian, dan sudah tentu berbagai macam cara dilakukan untuk mencapai tujuan itu. Masalah menyontek selalu terkait dengan tes atau ujian. Banyak orang beranggapan menyontek sebagai masalah yang biasa saja, namun ada juga yang memandang serius masalah ini.

Fenomena ini sering terjadi dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah atau madrasah, tetapi jarang kita dengar masalah menyontek dibahas dalam tingkatan atas, cukup diselesaikan oleh guru atau paling tinggi pada tingkat pimpinan sekolah atau madrasah itu sendiri.

Sudah dimaklumi bahwa orientasi belajar siswa-siswi di sekolah hanya untuk mendapatkan nilai tinggi dan lulus ujian, lebih banyak kemampuan kognitif dari afektif dan psikomotor, inilah yang membuat mereka mengambil jalan pintas, tidak jujur dalam ujian atau melakukan praktek mencontek.

Proses belajar yang orientasinya hanya untuk mendapatkan nilai menurut Megawangi (2005), biasanya hanya melibatkan aspek kognitif (hafalan dan drilling), dan tidak melibatkan aspek afektif, emosi, sosial, dan spiritual. Memang sulit untuk mengukur aspek-aspek tersebut, sehingga bentuk soal-soal pasti hafalan atau pilihan berganda (kognitif). Pelajaran agama, KWN, dan musik yang seharusnya melibatkan aspek afektif, ternyata juga di "kognitifkan" (hafalan) sehingga tidak ada proses refleksi dan apresiasi.


Selengkapnya bisa kawan DOWNLOAD disini

PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Masalah belajar adalah merupakan initi dari kegiatan disekolah. Sebab semua disekolah diperuntukkan bagi berhasilnya proses belajar bagi siswa yang sedang studi di sekolah tersebut.
Adapun pembagian dalam bimbingan belajar meliputi:
Dengan rumusan tujuan bimbingan belajar disekolah yaitu suatu proses bantuan kepada anak didik yang dilakukan secara terus menerus supaya anak didik dapat memahami dirinya sendiri dan bertingkah laku yang wajar, sesuai tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat, jelaslah bahwa yang ingin dicapai dalam bimbingan adalah:
Kebahagiaan hidup pribadi
Kehidupan yang efektif dan produktif
Kesanggupan hidup bersama dengan orang lain.
Keserasian antara cita-cita siswa dengan kemampuan yang dimilikinya.

Keempat hal tersebut adalah merupakan tujuan yang pertama dan utama yaitu tertuju kepada siswa-siswa sebagai individu yang diberikan bantuan. Tetapi sebenarnya tujuan pada bimbingan disekolah bukan hanya terbatas pada siswa-siswa disekolah saja, tetapi juga bagi sekolah secara keseluruhan dan masyarakat.
Selengkapnya dengan pembahasan makalah ini bisa kawan DOWNLOAD disini
Semoga bermanfaat........

PERKEMBANGAN EMOSI REMAJA


Pertumbuhan dan perkembangan emosi, yang dapat dilihat dari tingkah laku lainnya yang ditentukan oleh proses pematangan dan proses belajar. Contohnya seperti seorang bayi yang baru lahir ia dapat menangis dan akan mencapai proses kematangannya ketika ia akan tertawa nanti.
        Pada umumnya perbuatan kita sehari-hari disertai oleh perasaan-perasaan tertentu, yaitu perasaan senang atau perasaan tidak senang. Perasaan senang atau tidak senang yang selalu menyertai perbuatan-perbuatan kita sehari-hari yang disebut Warna Efektif. Warna efektif ini kadang-kadang kuat, kadang-kadang lemah atau samar-samar.
            Perbedaan antara emosi dan perasaan tidak dapat dinyatakan dengan tegas, karena keduanya merupakan suatu hal yang bersifat kualitatif yang tidak ada batasnya. Terkadang, warna efektif dapat dinyatakan sebagai perasaan atau dapat dinyatakan sebagai emosi. Oleh karena itu, emosi bukan hanya disebabkan karena perasaan saja, tetapi warna afektif yang meliputi keadaan seseorang. Ada yang kuat, lemah atau mungkin samar-samar.
           
Dengan demikian, pada makalah ini akan dibahas mengenai emosi yang berkaitan dengan teori-teori tentang emosi tersebut.

1. Apakah yang dimaksud dengan perkembangan emosi atau arti dari emosi itu sendiri?
2. Dimana dapat berlangsungnya terjadi emosi?
3. Kapan seorang manusia dapat merasakan emosi atau dalam sebuah teori kapan para peneliti melahirkan teori tentang emosi tersebut?
4. Mengapa emosi tersebut dapat timbul dan apa akibatnya?
5. Siapa saja yang dapat mengalami perubahan emosi?
6. Bagaimana cara seseorang dalam mengendalikan emosi?


Selengkapnya mengenai pembahasan makalah ini bisa kawan disini

REMAJA DAN PACARAN


Psikologi perkembangan merupakan cabang dari psikologi individu, baik sebelum maupun setelah kelahiran berikut kematangan perilaku J.P. Chaplin, 1979) psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari karakteristik setiap fase-fase perkembangan. Dalam hal ini penulis merasa tertarik untuk mengetahui karakteristik perkembangan fase remaja, hal-hal apa saja yang mempengaruhi psikologi perkembangan pada fase remaja, serta problematika pacaran pada masa remaja, maka dengan ini penulis mengambil judul Remaja Dan Pacaran

Psikologi perkembangan adalah ilmu yang luas yang saling berkesinambungan antara setiap fase-fase perkembangan agar masalah penelitian leih terfokus kepada tujuan penelitian dan tidak terlalu luas, maka dengan ini penulis membatasi masalah penelitian hanya pada ruang lingkup Remaja dan pacaran saja
Selengkapnya bisa kawan DOWNLOAD disini

REMAJA DAN PERMASALAHANNYA


Masa remaja seringkali dihubungkan dengan mitos dan stereotip mengenai penyimpangan dan tidakwajaran. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya teori-teori perkembangan yang membahas ketidakselarasan, gangguan emosi dan gangguan perilaku sebagai akibat dari tekanan-tekanan yang dialami remaja karena perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya maupun akibat perubahan lingkungan

            Sejalan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri remaja, mereka juga dihadapkan pada tugas-tugas yang berbeda dari tugas pada masa kanak-kanak. Sebagaimana diketahui, dalam setiap fase perkembangan, termasuk pada masa remaja, individu memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi. Apabila individu mampu menyelesaikan tugas perkembangan  dengan baik, maka akan tercapai kepuasan, dan kebahagian juga akan menentukan keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas perkembangan pada fase berikutnya. Beberapa perubahan yang dialami remaja adalah perubahan fisik, psikis, dan sosial
Adapun batsan masalah pada pemaparan makalah ini yang dapat pemakalah paparkan antaralain adalah:
a.      Perkembangan fisik remaja
b.     Perkempangan psikis dan perkembagnan sosial remaja
c.      Masalah-masalah remaja
Selengkapnya bisa kawan DOWNLOAD disini

METODE-METODE PENELITIAN DALAM PSIKOLOGI


Metode penyelidikan dalam suatu ilmu merupakan keharusan mutlak. Apalagi kalau ilmu itu telah berdiri sendiri, ini harus ditandai oleh metode-metode tersendiri untuk menyelidiki terhadap obyeknya.
Obyek psikologi adalah penghayatan dan perbuatan manusia, yaitu perbuatan manusia dalam alam yang kompleks dan selalu berubah. Jiwa bukanlah  benda yang mati, tetapi sesuatu yang hidup dinamis; selalu berubah untuk menjadi kesempurnaannya. Oleh karena itu penggunaan sesuatu metode yang tumbuh baiknya pun tak dapat menghasilkan kebenaran yang mutlak. Sebab dalam berbagai metode mempunyai titik kelemahan-kelemahan di samping kebaikan-kebaikannya.

Berdasarkan renungan-renungan dan pengalaman-pengalaman maka didapatkan metode-metode sebagai berikut:
A.     Metode yang Bersifat Filosofis
1) Metode Intuitip
Metode ini dilakukan dengan cara sengaja untuk mengadakan suatu penyelidikan atau dengan cara tidak sengaja dalam pergaulan sehari-hari. Langkah ini justru pertama yang paling besar perannya dalam pengambilan kesimpulan. Dalam metode ini kurang memenuhi syarat, karena harus dikombinasikan dengan metode-metode lain guna memperoleh kesimpulan yang valid.
2) Metode Kontemplatif.
Metode ini dilakukan dengan jalan merenungkan objek yang akan diketahui dengan mempergunakan kemampuan berpikir kita. Alat utama yang dipergunakan adalah pikiran yang benar-benar sudah dalam keadaan obyektif. Kalau ini dapat dicapai, maka pikiran benar-benar dalam keadaan obyektif sehingga dapat mencapai hakekat obyek yang dituju.
3) Metode Filosofis Religius
Metode ini digunakan dengan mempergunakan materi-materi agama, sebagai alat utama untuk meneliti pribadi manusia. Nilai-nilai yang terdapat dalam agama itu merupakan kebenaran-kebenaran absolut dan pasti benar.

DOWNLOAD selengkapnya makalah ini disini





TEORI BELAJAR HUMANISME MENURUT CARL ROGERS


Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. Belajar merupakan suatu hal yang paling vital dalam setiap usaha penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan, sehingga tanpa proses belajar takkan pernah ada pendidikan. Proses belajar itu terjadi secara internal dan bersifat pribadi dalam diri peserta didik. Belajar dan pembelajaran berhubungan sangat erat karena pembelajaran merupakan suatu proses yang digunakan dalam belajar. Belajar dan pembelajaran juga terjadi secara bersama-sama dan beriringan. Pembelajaran merupakan suatu aktifitas yang dengan sengaja untuk memodifikasi berbagai kondisiyang diarahkan pada tercapainya suatu tujuan yaitu tercapainya tujuan pendidikan.

Sebagai calon pendidik kelak yang tidak hanya difungsikan sebagai staff pengajar tetapi juga sebagai orang tua kedua dilingkungan sekolah, diharapkan dapat memahami kondisi kejiwaan dan memahami karakteristik dari peserta didiknya. Serta mengetahui model pembelajaran yang dikuasai olah peserta didiknya. Dan diharapkan agar dapat mengerti, memahami serta dapat mengaplikasikan salah teori pembelajaran, yaiti teori pembelajaran humanisme.


Selengkapnya bisa kawan DOWNLOAD disini

PSIKOLOGI PENDIDIKAN PADA PENDIDIKAN PAUD


Pendidikan merupakan proses tiada henti sejak manusia dilahirkan hingga akhir hayat. Bahkan banyak pendapat mengatakan bahwa pendidikan sudah dimulai sejak manusia masih berada dalam kandungan (pra-natal). Pastinya, proses pendidikan akan dan harus dialami dan dijalani oleh setiap manusia di setiap waktu. Masa usia dini (2 – 5 tahun) adalah salah satu fase pendidikan yang dijalani oleh manusia. Masa ini merupakan masa pendidikan yang lebih terfokus pada psikomotor anak serta penanaman akhlaq dan sikap hidup anak didik.

Psikologi pendidikan sebagai salah satu cabang ilmu psikologi, memberikan kontribusi penting pada proses pendidikan anak usia dini. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa sudah sejak lama bidang psikologi pendidikan telah digunakan sebagai landasan dalam pengembangan teori dan praktek pendidikan dan telah memberikan kontribusi yang besar terhadap pendidikan, diantaranya terhadap pengembangan kurikulum, sistem pembelajaran dan sistem penilaian. 

Selengkapnya dengan pembahasan makalah ini bisa kawan DOWNLOAD disini

METODE PENDEKATAN DALAM PSIKOLOGI


Metode Filosofis
Yaitu metode yang memanfaatkan pemikiran.
1.     Metode Intuitif
·       Pengertian :
Metode ini adalah metode yang bisa dilakukan sengaja maupun tidak sengaja. Yaitu metode memperhatikan atau menyimak seseorang di kehidupan sehari-hari kita.
·       Tujuan :
Kita mengetahui situasi yang akan terjadi, karena kita telah mengetahui dari apa yang biasa terjadi.
·       Pelaksanaannya :
Metode ini dapat dilakukan dengan jalan sengaja maupun tidak sengaja dalam melakukan penyelidikannya, seperti halnya dalam pergaulan sehari-hari. Dalam keadaan tidak sengaja, kita mengadakan evaluasi terhadap sesama kita, atau kita ingin mengetahui benar-benar keadaannya dengan melalui kesan kita terhadap orang-orang yang kita selidiki tersebut. Dalam hal ini kesan kita pertamalah yang paling berperan dalam pengambilan kesimpulan.
·       Kelebihan :

Metode ini sangat mudah dilakukan karena kita tidak perlu seakan formal dalam meneliti seseorang, dan kita pun bisa meneliti seseorang padahal kita tidak berniat meneliti orang tersebut. Seperti  kita dapat mengamati orang lain dengan cara berinteraksi dengan dia, misalnya mengajak ngobrol orang tersebut, dari cara dia menjawab kita bisa tau dia orang yang seperti apa, dan orang yang kita teliti tidak tahu bahwa kita sedang mengamati dia.
Selengkapnya dengan makalah ini bisa kawan DOWNLOAD disini